Dari tahun ketahun pendidikan di Indonesia terus meningkat. Anggaran yang khusus dialirkan oleh pemerintah untuk pendidikan tampaknya  terus bertambah. Sekolah semakin banyak dimana-mana. Kesejahteraan gurupun semakin dibenahi. Tapi dengan fasilitas sekarang yang lebih baik, mengapa masih banyak anak-anak yang bertingkah laku seperti orang yang kurang berpendidikan bahkan terkesan tidak berpendidikan, padahal mereka pernah mencicipi bangku sekolah, mungkin ada yang sampai mencicipi bangku perguruan tinggi..???

Sedangkan negara maju tidak lepas dari dunia pendidikan. Semakin tinggi kualitas pendidikan maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dapat memajukan negaranya. Disinilah peran seorang guru dibutuhkan karena tanpa tidak langsung guru juga sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan anak-anak bangsa. Mengajar adalah salah satu karier yang amat penting dan berperan dalam masyarakat yang demokratis, karena dapat mempersiapkan siswa menjadi warga yang produktif yang dapat berpikir kritis tentang masyarakat dan kehidupan murid itu sendiri.

Ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki guru dalam mendidik salah satunya adalah, kompetensi pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam memahami karakter atau kemampuan peserta didik melalui berbagai cara. Contohnya dengan merancang pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi hasil belajar sekaligus pengembangan murid. Yang kedua kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan yang dimiliki guru dengan cara mencerminkan kepribadian yang baik pada diri sendiri, bijaksana, bersikap dewasa, dan berakhlak mulia, karena guru akan menjadi contoh teladan yang baik untuk peserta didiknya. Selanjutnya kompetensi profesional, yaitu seorang guru mampu menguasai materi secara meluas, tidak hanya mampu memberikan inti atau pokok-pokok materi pelajaran kepada peserta didik, tetapi juga mampu menjelaskan materi yang di ajarka secara lebih terperinci, dan yang terakhir yaitu kompetensi sosial, guru harus memiliki kompetensi ini karena seorang guru harus bersosialisasi baik dalam berkomunikasi dengan murid, sesama pendidik maupun orang tua atau wali murid dan juga bersosialisasi kepada masyarakat.

Hanya saja, zaman sekarang tidak sedikit guru yang memanfaatkan pekerjaannya hanya untuk mencari materi dan mengabaikan pengabdiannya, Dalam sebuah survei guru yang dilakukan oleh asosiasi pendidikan nasional (2003), lebih dari setengah guru menunjukan bahwa awalnya “mereka” menjadi guru karena nilai dalam masyaraat, sehingga tanpa sadar memaksa anak didiknya untuk menerima kebenaran tertentu, seperti misalnya kenyataan yang terjadi:

 –       kalian harus mempelajari apa yang kami minta. Yang kami katakan, hanya satu-satunya yang penting.

–        Kalian harus lulus dalam ujian kami.Ujian-ujian kami adalah satu-satunya ukuran yang penting tentang diri kalian.

–        Kalian harus datang ke sekolah. Hanya dengan bersekolah kalian bisa berharap untuk menikmati kehidupan yang baik.

Menurut saya itulah yang membuat anak-anak Indonesia ini mau tidak mau,  tidak bisa mengembangkan ide secara bebas mereka selalu terpaku oleh kata-kata gurunya. Padahal jika digali akan ada kemungkinan mereka bisa melakukan yang lebih baik lagi dari itu. Saat ini peran Guru ideal yang mesti di tanamkan kepada guru-guru sekarang, Karena guru ideal adalah sosok yang senantiasa menjadi dambaan peserta didik, menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan.

Menurut saya, guru ideal adalah guru yang selalu  menguasai ilmunya dengan baik sehingga mampu mengelola pembelajaran yang bermakna. Dia disukai oleh murid-muridnya karena cara mengajarnya menarik dan mudah dipahami. Dia pun terbuka menerima kritikan dari peserta didiknya, dan tidak marah jika di kritik oleh muridnya,  karena dari kritikan itulah dia belajar dari para peserta didiknya.

Dari mereka (peserta didik), guru dapat mengetahui kekurangan cara mengajarnya, dan melakukan umpan balik. Satu hal menurut saya yang paling penting adalah guru yang baik  adalah guru yang percaya akan kemampuan siswanya dan mendorong kemampuan tersebut untuk bisa dilihat seperti intan yang berkilau atau menjadi sebuah Aldebaran di atas bumi pertiwi. Guru yang membocorkan soal ulangan lalu meyebarkan kunci jawabannya, berarti guru tersebut tidak bisa di jadikan contoh yang baik untuk siswanya, karena guru itu tidak percaya dengan kemampuan anak didiknya, atau guru yang selalu membandingkan kemampuan setiap siswa maupun golongan, berarti guru tersebut hanya melihat sisi negatifnya saja tanpa peduli terhadap kemampuan potensial yang dimiliki oleh setip siswa baik itu dalam diri masing-masing siswa atau golongan(kelompok peminatan/ jurusan). Jadi guru yang ideal adalah guru yang disukai oleh peserta didik, bukan hanya fisik tetapi juga kemampuan seorang guru tersebut dalam memberikan materi ajar, pengelolaan kelas.

 Menurut saya seorang Guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi sebagai sahabat bagi anak didiknya. Misalkan saya akan mengutip, salah satu kisah tokoh guru yang menjadi inspirasi bagi saya yaitu, “Darnell Jackson” pengajar Ilmu Sejarah di Amerika Serikat untuk siswa kelas 2 sekolah menengah. Salah satu tujuannya adalah membuat siswa menikmati sejarah seperti dirinya. Disini yang perlu ditekankan menurut saya adalah jangan biarkan mereka (para peserta didik ) selalu terpaku dengan kata-kata. Biarkan mereka (para peserta didik )menemukan sesuatu yang membuat mereka takjub untuk mempelajari dan membuat dunia terkejut oleh potensi mereka yang belum diketahui sebelumnya.

penutup

Sebuah goresan tinta yang terukir dalam sebuah warna putih, terungkap sebuah kata. Hingga akhirnya kata-demi kata pun bermunculan. Sebuah goresan tinta dari tangan pelajar yang sangat menghargai “pahlawan tanpa tanda jasa”

 

 

Catatan: Esai sederhana ini dibuat semata bukan untuk menjatuhkan pihak-pihak yang terkait didalamnya. Esai ini murni di tulis untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi semua pihak yang terkait  dalam proses kegitan belajar-mengajar.

  • (Referensi dari buku “Tinggalkan Sekolah Sebelum Terlambat” karya James Marcus Bach..
  • ”Tidak ada guru yang tertinggal” karya LEE lacocca.
  • Bantuan dari link: http://ainyfruitea88.blogspot.com/2014/ html