Saat Malam Memenjara Siang

Saat Malam Memenjara Siang

Ketika raja siang tenggelam

dewi malam menyapa dengan pelitanya

aku merenggut asa yang tersisa

di antara debu jalanan

memupuk kembali rindu dalam hati

hingga tibalah kesenyapan

 

Semesta berkata kepadaku bahwa

dia adalah misteri

Semesta memberiku satu misterinya

dia bilang aku akan tahu

saat malam memenjara siang

saat kegelapan datang

saat semua benar-benar gelap

saat itulah kegelapan mengungkap cahayanya

 

Jika saat itu tiba, Semesta memintaku

menyebut namanya dalam setiap sujudku

mengerak membatu dalam doaku

dan membiarkan kesunyian

menyeruak dalam batin

menyeruput jiwa yang kesepian

hingga aku menyadari

malam tiada dapat menahan

hadirnya mentari

 

Semesta menguak satu misterinya lagi

bahwa aku telah jatuh cinta

kepada seseorang di Barat

 

Ketika awan berarak

aku titipkan kasihku untuknya

bersama potongan senja terindah

yang kucuri dari kepingan langit

menjalar mengakar berikrar

atas nama cinta

 

Puisi ini untuk dia

yang Semesta tunjukkan kepadaku

saat senja menggaris langit, dan

saat malam memenjara siang

Leave a Reply