Reklamasi hati

Reklamasi hati

Selamat malam sahabat,
apa kabar kalian yg disini, disitu, pun yang nun jauh disana, semoga tetap mempunyai hati yg hangat, penuh dgn kebaikan-
Malam ini kalian sedang apa? apapun itu, yg terpenting sarapan ya- yg jelas2 ada bentuknya, daripada harapan yg kadang palsu #apasih

Hmmmmm, apakah kalian sangat sangat sangat lelah hari ini?
please jangan bilang kelelahan hati…

Sahabat yg tak kenal lelah, jika kalian dan siapapun merasa lelah tentang apa2 yg dikerjakan, maka tersenyumlah walau hanya sedikit-
Tolong jgn salahkan keinginan kalian, atau mungkin cita2 juga pengorbanan yg telah diberikan-
Harusnya kita senang, karena masih ada tempat yg harus dituju, coba bayangkan tidak tahu kemana, mau apa, ihh mengerikan sekali seperti manusia kehilangan sayap-
[[[Pertanyaan: Emang manusia ada sayapnya? Jawabannya: ADA!, (tp patah ketika hati terluka)—>>pfiuhhh

 

Seorang teman bertanya, parameter apa kita harus berhenti dan tidak melanjutkan semua yg telah dimulai.
Lebih sederhananya, kapan kita berhenti ketika lelah melanda hati-GIVE UP
Tujuan yg tak tercapai, mimpi2 yg tak kunjung datang, atau bahkan CINTA yang masih tak berwujud-###

—–mungkin kisah ini bisa membantu menjelaskan kelelahan dan usaha2 di dalamnya, mungkin–sumber: google entah kapan baca dan dimana dapatnya,lupa

-Suatu hari seorang guru bijak ditanya oleh muridnya-
“Wahai Guru, bagaimana batasan tentang kelelahan hidup dalam berusaha”
Lalu Guru itu mengajak murid tersebut untuk mengitari lapangan bola dengan sekuat tenaga-
Karena masih muda, tentu saja sang murid lebih lincah, lebih cepat, dan selalu di depan—
Putaran demi putaran, Guru itu terlihat sangat kelelahan dan hampir hanya berjalan, bahkan hampir pingsan
Di tengah jalan, murid tsb menyuruh gurunya berhenti, tak tega mungkin, maklumlah perbedaan usia–

“Gubrakk!!!!!” Guru tsb pingsan, dan sang murid sangat panik–untunglah setelah 15 menit sang guru siuman-
“Wahai guru, kenapa engkau bersikeras untuk terus berlari, sedang engkau terlihat sangat tidak sanggup?”, tanya sang murid
Guru bijak tsb tersenyum, lalu berkata, “Itulah batasan tentang lelahku, batasan tentang usaha2ku, dan batasan tentang semua hal yg aku punya”
“Sampai takdir pingsan itu datang, itulah batasan lelahku, batasan usaha-usahaku, dan batasan tentang harus berhenti”,tambah sang Guru-

 

Sahabat pejuang, mungkin itulah parameternya- usahakanlah semuanya sampai sang takdir datang dengan gagah, tak mampu kita mengelak-

Yang sedang ujian, belajarlah–sampai keputusan lulus dan tidak itu datang
Yang sedang bekerja, bekerjalah dgn serius–sampai waktu istrirahat tiba dan atau keinginan lain datang, wirausaha mungkin-
Yang sedang jatuh Cinta, teruslah jatuh cinta dan perjuangkan cintanya-sampai objek cintamu hilang ditelan bumi atau mungkn sampai halilintar menyambar dan engkau sadar kalau cintamu bertepuk sebelah tangan..(teganya!), *dgn catatan cinta yg halal

 

Ini yg bahaya:
Yg sedang berdosa dengan mengambil uang rakyat–jgn diteruskan—apakah engkau tidak tahu berapa jumlah hati2 yang terluka karenanya:

Tolong perhatian kepada para jomblo yang sedang menabung dan mencoba tdk menganggur, perbanyak lapangan pekerjaan dan kuatkan UMR ditiap daerah–
Jangan lupa ,kenaikan gaji ditunggu istri2 muda agar bisa belanja, dan lebih dari itu, ibu2 membutuhkan diskon besar2 yg hanya didapat bukan dr impor, tp produksi sendiri–swasembada dalam negeri.

eh tapi yg masih SMA, udah belajar aja yg bener, buat ibu bapak kalian bangga.

Udah gitu aja……..

*sumbergambar: lupa….di google deh kayaknya….”meme cinta”—–

Leave a Reply