Prinsip Seorang Manusia dan Pedagang di Pinggiran Jalan

Prinsip Seorang Manusia dan Pedagang di Pinggiran Jalan

Entah ini adalah prinsip hidup ataupun apa, tapi nyatanya memang mirip sebuah prinsip. Aku menemukannya dalam sebuah novel hebat berjudul “Pejalan Anarki”. Sebuah karya sensasional seorang yang bisa disebut idealis? Pejalan yang mengelilingi Nusantara, menulis, berkegiatan sosial sangat menyukai bidang seni. Bernama Jazuli Imam, dengan tagline “Kopi, Buku dan Cinta” nya yang sangat ku sukai,berhasil mengkarakteri sang tokoh utama “El” dengan menakjubkan.

Salahsatu yang ku sukai dari prinsip utama “El” adalah bagaimana cara ia mensyukuri hidup. Apa yang ia lakukan setiap harinya, ia tak mau membeli makanan tak bisa dibeli oleh orang-orang miskin. Juga bagaimana ia bercengkrama dengan pedagang-pedagang kaki lima di pinggiran jalan.

Ternyata aku terpengaruh juga oleh sebuah novel, prinsip-prinsip “El” sedikit demi sedikit mulai menerap dalam kehidupan sehari-hari. Pinggiran jalanan bersama para pedagang kaki limanya hampir setiap malam sekarang menjadi hal yang sangat ku sukai. Makan di pedagang kaki lima benar-benar tidak kalah dengan tempat-tempat makan mewah itu, selain perbedaan harga yang begitu sangat mencolok, bintang, bulan dan angin malam adalah perpaduan yang menyenangkan.

Juga setidaknya, ketika aku makan di pedagang kaki lima yang berada di jalanan, mudah-mudahan aku bisa membantu menambah penghasilan mereka nya notabenya bisa dikatakan “orang-orang kecil” walaupun itu mungkin hanya beberapa ribu tapi uang sekecil apapun yang ditukar dengan makanan dari mereka aku yakin akan sangat berharga untuk menambah modal sehari-harinya.

Berbeda jika aku makan di restoran atau tempat-tempat yang “agak mewah”, uang beberapa ribu yang aku bayarkan setiap malamnya mungkin tak akan mempengaruhi gaji pegawainya. Begitu?

Dengan melakukan itu, akupun tak tahu apakah yang aku lakukan itu dapat memperkecil kesenjangan ekonomi antara mereka. Tapi biarkanlah manusia berharap, sekecil apapun tindakan yg manusia lakukan.

Leave a Reply