Mungkin Nanti

Mungkin Nanti

Tidak mesti segala hal besar terjadi sekarang ini.
Bisa saja saat itu 20, 25 atau 50. Tidakkah kau mau menjadi pembelajar yang baik dari Rasul-mu?
Pencapaian mereka yang kau impikan jauh hari adalah akumulasi dari usaha-Nya (usahamu dan ijin-Nya). Kebaikan-kebaikan kecil hari ini merupakan tabungan yang bisa menjadi jalan ridho-Nya dalam memudahkanmu. Kau juga tentu mampu. Kau juga bisa seperti dan bahkan lebih dari itu.
Bersemangatlah wahai hamba Allah, semua kan ada waktunya. Jangan kau mengukur diri dari apa yang ada pada oranglain. Padahal bisa saja hal-hal yang jauh lebih besar dari pandanganmu itu justru sedang berjalan kearahmu.
Mungkin hari ini, dibalik senyum yang kau tebar ada kalanya kau mengigit bibir, menatap kuyu orang-orang dengan berbagai penghargaan ini itu.
“Siapalah aku?”
Sungguh, dibandingkan kau mendapatkan penghargaan itu lebih baik kau menempuh jalan kembali. Aku hanya khawatir bahwa tujuanmu telah berbelok.
Bersabarlah wahai hati yang baik.
Tetaplah seperti apa yang Ia mau. Tetaplah pada fokus tujuanmu dengan berjalan bersama-Nya. Bukankah Allah lebih menyukai sesiapa yang istiqomah dalam ibadahnya?

Leave a Reply