Mata Dunia

Mata Dunia

Lamban laun detik berlalu
Siang dengan terangnya
Malam dengan gelapnya
Bergantian membentuk hari

Sinar abadi yang membelah bumi
Sang pengabdi menenteng lembaran ilmu
Dengan goresan tinta
Membentuk cahaya penerang

Di pundak ini
Ada harapan Ayah dan Ibu
Ada sebuah cita-cita
Tuk meggapai hari esok

Disana
Jauh disana
Mereka tak mengenal angka
Mereka buta akan huruf

Disini kita menikmati gemerlapnya dunia
Lupa akan keadaan
Yang tengah dilanda kebodohan nyata

Disana
Sangat jauh disana
Mereka berjalan menelusuri hutan
Menerjang sungai
Untuk sekedar diam
Duduk dibawah atap kelabu
Berharap indah akan goresan tinta

Disini
Jarak tak lagi jarak
Menari diatas duri
Darah rasa tak normal lagi

Bangkitlah anak bangsa
Setiap langkah yang kau pijak di bumi ini
Setiap pikiran yang kau ungkapkan
Deru gelisah buatlah dengan senyuman

Apakah ini tingkah anak bangsa?
Selalu membuat orang menghela nafas
Orangtua berpeluh keringat
Hanya untuk anak bangsa

Namun kini
Semua hanya merayap bobrok
Moral tak lagi ada
Hanya harap yang telah hilang

Leave a Reply