Author: WIDI AWATI

PIDATO SANG TIKUS

PIDATO SANG TIKUS

……….. Pernah kulihat, Raja tikus bersua Bersama sederek keluarga dan juga sahabat Mengacungkan jari kecil hitamnya Berpesta diatas meja koto.   Pernah ku dengar, Raja tikus bernyanyi Memainkan nada untuk prajurit kecil Memetik senar besar dalam hening, Bergoyang mengikuti jeritan siang Namun, hilang seketika dalam malam.   Sang Raja yang tak pernah turun Kursi emas…

Read More Read More

TETES SUCI UNTUK ELEGi

TETES SUCI UNTUK ELEGi

Mega yang termenung Menghujani tetes pelupuk lara. Bersulam putih wajah abu Dengannya jiwa terbangun Hingga titik temu tetes suci terpatri…. Mega yang terus mengarak Bisu dengan seratus kata baku Sulit ku dobrak… Seratus menjadi satu makna Andai tetes suci bersahabat dengan mega. Andai mega tak pernah merasa ditinggal senja paati dua kejora coklat ini Tak…

Read More Read More

Bangga Dengan Gelar “GURU YANG IDEAL”

Bangga Dengan Gelar “GURU YANG IDEAL”

Dari tahun ketahun pendidikan di Indonesia terus meningkat. Anggaran yang khusus dialirkan oleh pemerintah untuk pendidikan tampaknya  terus bertambah. Sekolah semakin banyak dimana-mana. Kesejahteraan gurupun semakin dibenahi. Tapi dengan fasilitas sekarang yang lebih baik, mengapa masih banyak anak-anak yang bertingkah laku seperti orang yang kurang berpendidikan bahkan terkesan tidak berpendidikan, padahal mereka pernah mencicipi bangku…

Read More Read More

GARIS SANG PUTRI

GARIS SANG PUTRI

Dua garis putih menyeretku Untuk pergi dari dunianya. Dunia yang katanya lebih baik dari Syurga….. Lebih baik dari kesenangan….. Dunianya berbeda denganku Aku yang berharap dalam dunianya Hanya tertunduk bersama air mata. Aku yang ingin mendekapnya Hanya diam dalam kebisingan Terhuyung tanpa tujuan. Aku… aku adalah elang, Dengan sayap patah banginya. Ya, seperti matahari dalam…

Read More Read More

LAUT BULU UJUNG JEPARA

LAUT BULU UJUNG JEPARA

Tampak lagi kepadaku Jelita biru berhias pasir putih Berkilat dalam air sejuk yang bergetar Kemilau di hiasi cahaya bulan pudar Tiada henti tersenyum Ku dengar pula daun kelapa mendesau Bergetaran bak bulu besar daripada perak, Melambai-lambai dengan jayanya Mengelus – elus belai pipi Mendesus dan berbisik Wahai hati yang  berdebar Di bawah biru itu, Tetap…

Read More Read More

REMBULAN YANG TERTIDUR

REMBULAN YANG TERTIDUR

Kala itu, deru ombak menyapa….. Mengingatkanku pada sosoknya Menggertak jiwa untuk bertanya Menulis kata menjadi cerita   Kemanakah dirinya? Yang terus menatapku Tersenyum dan terus temani Indahnya malam.   Hembusan nafas gelap menyeretku Kedalam dunia antah brantah Hilang……lenyap…… Mencari jawaban darinya   Titik putih itu tersenyum begitu naif, Dengan beribu cahaya yang berkedip, Jawaban dalam…

Read More Read More