Di zaman ini orang-orang kehilangan moralnya dalam menghargai pengamen. Mereka datang ke rumah-rumah, di bus bukan hal yang asing lagi, lalu sekarang para pencari rezeki lewat bernanyi itu mulai merambah ke angkutan kota-angkutan kota meskipun saya pikir di angkutan kota terlalu sedikit untuk dimintai rezeki dari bernyanyinya. Terutama para pengamen yang datang ke rumah-rumah, saya lihat orang-orang rumah yang didatangi terlalu phobia terhadap pengamen. Ketika mereka melihat pengamen itu sudah berada di rumah tetangganya, kebanyakan dari mereka akan menutup pintu rapat-rapat dan juga mematikan televisi secepatnya. Jikapun mereka terlambat melakukannya, yang mereka lakukan saat pengamen itu sudah bernyanyi di depan rumahnya pasti “mengusir halus” pengamen itu dengan memberikan uang secepat mungkin tanpa mendengar nyanyiannya sedikitpun. Lalu jika begitu apa bedanya pandangan mereka kepada pengamen dan pengemis? Aku pikir cara terbaik menghargai pengamen adalah membiarkannya bernyanyi terlebih dahulu dan menikmatinya lalu setelah itu memberikan sebagian rezeki kita kepada mereka sebagai tanda penghargaan atau terimakasih karna telah memberikan sebuah hiburan.

Lalu dari pengamen juga, kebanyakan pengamen sekarang kehilangan jiwanya sebagai pengamen, mereka secara tidak sadar menempatkan diri mereka sebagai pengemis. Aku yakin bahwa pengamen adalah seseorang yang punya hobi ataupun bakat bernyanyi tapi karena kondisi ekonomi, dan mungkin tidak ada kesempatan untuk masuk dapur rekaman untuk jadi penyanyi, mereka menjadikan hobi atau bakat itu sebagai alat untuk mencari rezeki di jalanan. Tapi yang mereka lakukan adalah ingin segera mendapatkan uang tanpa peduli baik buruknya cara mereka bernyanyi, bahkan baru hanya menyanyi satu-dua bait saja langsung menyodorkan kantong plastik atau tandahan tangan kepada orang-orang sekitarnya. Lalu apa bedanya mereka dengan pengemis?

Sudut pandang dari dua sisi berbeda inilah yang seharusnya saling mengerti dan melengkapi, dari sisi sang pengamen, seharusnya ia menyadari peranan & tujuan yang paling pentingnya sebagai pengamen adalah menghibur dahulu orang-orang, jika itu berhasil, lembaran rupiah akan mengalir ke kantong mereka.

Dari sisi orang yang diberikan hiburan oleh pengamen, sikap dan attitudenya ke sesama manusia apalagi ke orang yang membutuhkan haruslah baik, hargai para penyanyi jalanan itu, mereka ingin bernyanyi dan mengibur. Bukannya mengusir mereka entah itu secara halus dengan memberikan selembaran rupiah atau koin secepat mungkin ataupun bahkan tak sedikitpun memberi mereka.