Aku yang Merindu

Aku yang Merindu

Hujan bulan Maret

 

mengetuk jendela kamarku

 

membangunkanku dari mimpi

 

tentang seraut wajah teduh

 

nun jauh di Semenanjung Iberia

 

 

 

Wajah itu baru kembali dari jazirah Arab

 

di tempatnya berada kemarin pun diguyur hujan

 

menyapa bersama pasir gurun, dan

 

kelembapan yang meningkat

 

 

 

Aku tahu dia bingung

 

tapi ini barulah yang pertama

 

di tahun ini

 

 

 

Wajah itu

 

akan kembali kutemui

 

bersama gerimis di bulan April

 

 

 

Kini aku rindu dia lagi

 

tak peduli orang berkata apa

 

tanpanya aku hampa

 

dengannya aku benar-benar hidup

 

 

 

Bayang-bayang raut wajah itu

 

mengetuk pintu jiwaku

 

menjalari pikiranku

 

akan bayangan musim ini

 

musim yang baru untukku dan untuknya

 

 

 

Bayang-bayang raut wajah itu

 

mengingatkanku bahwa mungkin tahun ini

 

akan terasa cepat terlewat

 

ketika kemarau pendek menyelinap pergi, dan

 

hujan deras mengetuk pintu rumahku

Leave a Reply