Orang-Orang dan Pengamen

Orang-Orang dan Pengamen

Di zaman ini orang-orang kehilangan moralnya dalam menghargai pengamen. Mereka datang ke rumah-rumah, di bus bukan hal yang asing lagi, lalu sekarang para pencari rezeki lewat bernanyi itu mulai merambah ke angkutan kota-angkutan kota meskipun saya pikir di angkutan kota terlalu sedikit untuk dimintai rezeki dari bernyanyinya. Terutama para pengamen yang datang ke rumah-rumah, saya…

Read More Read More

Prinsip Seorang Manusia dan Pedagang di Pinggiran Jalan

Prinsip Seorang Manusia dan Pedagang di Pinggiran Jalan

Entah ini adalah prinsip hidup ataupun apa, tapi nyatanya memang mirip sebuah prinsip. Aku menemukannya dalam sebuah novel hebat berjudul “Pejalan Anarki”. Sebuah karya sensasional seorang yang bisa disebut idealis? Pejalan yang mengelilingi Nusantara, menulis, berkegiatan sosial sangat menyukai bidang seni. Bernama Jazuli Imam, dengan tagline “Kopi, Buku dan Cinta” nya yang sangat ku sukai,berhasil…

Read More Read More

Falling Slowly

Falling Slowly

I can’t run into a big crossroad When my smile never save me Walk away, leave, then lost I stay at the edge of climb for a long time as you do Sacrifice tells the truth that I cannot understand With a pale sight Still walk on the rug of thorn Fire of sadness makes…

Read More Read More

Semurni Madu 5

Semurni Madu 5

Ikhlas dan Bahaya Riya’ Part 5 of 5 Imam Al-Iz bin Abdus Salam telah menjelaskan hukum menyembunyikan amalan kebajikan secara terperinci sebagai berikut. Beliau berkata, “Keta’atan (pada Allah) ada tiga: 1. Yang pertama, adalah amalan yang disyariatkan secara dengan dinampakan seperti adzan, iqomat, bertakbir, membaca Quran dalam sholat secara jahr, khutbah-kutbah, amar ma’ruf nahi mungkar,…

Read More Read More

Bapak Tua Pemain Biola

Bapak Tua Pemain Biola

Lantunan kidung dari biolamu mengalun merdu Menyentuh jiwaku yang sedang merindu Guratan di wajahmu beradu sendu Bukti suka duka dalam hidupmu   Biola usangmu selalu menemanimu Mengais rupiah demi rupiah Betapa hidup ini penuh rintangan Mengusik kalbu yang bermuram durja   Kudengarkan setiap nada yang kaumainkan Menggelincir terukir dalam benakku Meski hanya sedikit yang menghargaimu…

Read More Read More

Bunga Melati – Bagian II

Bunga Melati – Bagian II

Samar samar suara itu ternyata suara adikku. Aku mulai melangkah keluar kamar untu mencari asal suara tersebut. Suara itu berasal dari bagian belakang rumah dekat dapur, udara dingin menghembus menerpa badanku, tambah merinding. Suara itu berasal dari ruangan sebelah kiri dapur, aku ingat, ruangan ini adalah ruangan yang ibu larang agar jangan dibersihkan tadi siang.…

Read More Read More

Mi Poema Desesperada

Mi Poema Desesperada

Estoy solo La lluvia viene esta noche Tocando cicatrices en mi corazón Mi amor ha ido muy lejos a Iberia   Estoy solo Mi amor no puede volver Él esta muy lejos Me dejo en mi sombra Y siempre estaré solo  

Alphabet

Alphabet

Namaku Keiko, ingatlah. Aku tidak sedang bercanda. Percayalah padaku, ini semua benar terjadi. αβ Delapan lebih lima belas, sial aku terlambat. Aku tidak mau dimarahi Paman Sid lagi. Ini kesekian kalinya aku terlambat dan ini yang terparah. Membasuh muka, menggosok gigi, ah, kukira sudah cukup. Dengan sebuah apel di tanganku, bergegaslah aku pergi ke perpustakaan…

Read More Read More

Bunga Melati – Bagian I

Bunga Melati – Bagian I

Bagian I Liburan tahun baru ini ibu mengajakku ke rumah nenek lagi. Liburan yang membosankan, kenapa tidak ke tempat lain yang lebih mengasyikan. Yang membuat membosankan adalah tidak ada hal yang bisa dilakukan di sana, kejenuhan yang ada. Tapi berbeda dengan adikku yang malah senang setiap berkunjung ke rumah nenek, entah hal apa yang membuatnya…

Read More Read More